ANALISIS EFEKTIVITAS PENGGUNAAN PESAWAT UDARA TANPA AWAK DALAM OPERASI INTELIJEN MARITIM GUNA MENDUKUNG TUGAS TNI ANGKATAN LAUT

Authors

  • Jepriando Sinaga Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut Author
  • Manahan Budiarto Pandjaitan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut Author

Keywords:

Pesawat Udara Tanpa Awak, Intelijen Maritim, Pengawasan Laut, Teknologi Pertahanan, TNI Angkatan Laut

Abstract

Perkembangan teknologi pertahanan modern mendorong pemanfaatan pesawat udara tanpa awak (PUTA) sebagai sarana pengawasan dan pengintaian dalam operasi militer, termasuk dalam operasi intelijen maritim. TNI Angkatan Laut memanfaatkan PUTA untuk meningkatkan kemampuan pengawasan wilayah laut yang luas serta mendukung pengumpulan informasi intelijen secara cepat dan akurat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan PUTA dalam mendukung operasi intelijen maritim TNI Angkatan Laut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis melalui teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, studi dokumentasi, dan studi literatur. Analisis data dilakukan dengan pendekatan analisis tematik terhadap berbagai sumber informasi yang diperoleh selama penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan PUTA memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kemampuan pengawasan maritim, terutama dalam mendukung kegiatan pengintaian, pemantauan wilayah laut, dan penyediaan data intelijen secara real-time. Namun demikian, efektivitas penggunaannya masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan integrasi sistem dengan sistem komando dan kendali, keterbatasan sumber daya manusia operator, serta kendala teknis operasional. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan integrasi sistem, pengembangan teknologi sensor dan komunikasi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia untuk mengoptimalkan pemanfaatan PUTA dalam operasi intelijen maritim.
Kata kunci: Pesawat Udara Tanpa Awak, Intelijen Maritim, Pengawasan Laut, Teknologi Pertahanan, TNI Angkatan Laut

 

References

Mahan, A. T. (1890). The Influence of Sea Power upon History. Boston: Little, Brown and Company.

Nichols, R. (2020). Unmanned Systems and Military Operations. Manhattan: New Prairie Press.Till, G. (2018). Seapower: A Guide for the Twenty-First Century. London: Routledge.

Kementerian Pertahanan Republik Indonesia. (2020). Buku Putih Pertahanan Indonesia. Jakarta: Kemhan RI.

Suseno, P. A. P., & Wardana, T. K. (2021). Unmanned air vehicle path planning for maritime surveillance using cluster-base method. Aviation, 25(3), 211–219.

Ristanto, T. Y., Octavian, A., & Buntoro, K. (2021). Efektivitas penggunaan UAV dalam penanggulangan maritime transnational organized crime. Indonesian Maritime Journal.

Khoiruddin, F., Bura, R. O., & Gani, E. A. (2024). AHP-based evaluation of UAV platforms for maritime surveillance across Indonesia’s archipelagic sea lanes. Formosa Journal of Science and Technology.

Putri, S. E., et al. (2024). Analisis pemanfaatan drone untuk pemantauan illegal fishing di perairan Indonesia. Jurnal Perikanan dan Kelautan.

Sinaga, J., Budiman, A., & Pandjaitan, M. B. (2024). The impact of UAV integration on the effectiveness of sea and air access control in ALKI I region. Journal of Industrial Engineering and Management Research.

Dan, X., & Wei, J. (2023). Research on the application of small UAVs in maritime search and rescue activities. Journal of Electronic Research and Application.Li, B., et al. (2025). UAV-enabled joint sensing and communication in maritime monitoring networks. IEEE Communications Research.

Ocean Engineering Journal. (2025). Advanced multispectral detection of maritime targets for unmanned ocean surveillance.

Downloads

Published

2025-04-30 — Updated on 2026-06-07

Versions

How to Cite

ANALISIS EFEKTIVITAS PENGGUNAAN PESAWAT UDARA TANPA AWAK DALAM OPERASI INTELIJEN MARITIM GUNA MENDUKUNG TUGAS TNI ANGKATAN LAUT. (2026). JURNAL ILMIAH KAJIAN KEANGKATANLAUTAN, 8(1), 24-28. http://jurnalseskoal.id/index.php/jikk/article/view/96 (Original work published 2025)