This is an outdated version published on 2025-04-30. Read the most recent version.

ANALISIS PROPAGASI GELOMBANG AKUSTIK MENGGUNAKAN METODE PARABOLIC EQUATION RAMGEO DI CHOKE POINT SELAT LOMBOK ACOUSTIC WAVE PROPAGATION ANALYSIS UTILIZING THE PARABOLIC EQUATION RAMGEO METHOD AT THE LOMBOK STRAIT CHOKE POINT

Authors

  • Agustinus, Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut Author
  • Mochamad Achnaf Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut Author
  • Sunarto Eko Wahyudi Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut Author
  • Muhammad Zulkifli Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut Author

Keywords:

Akustik bawah air, propagasi gelombang, shadow zone,, transmission loss, keamanan maritim

Abstract

Selat Lombok merupakan salah satu choke point strategis dengan lalu lintas pelayaran yang padat, sehingga memerlukan jaminan keamanan maritim yang efektif. Pengendalian dan pengawasan laut yang cermat diperlukan, terutama melalui penggunaan alat monitoring seperti SONAR untuk mendeteksi benda asing yang melintas. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik pola propagasi gelombang akustik bawah air, khususnya dalam pembentukan daerah senyap (shadow zone), menggunakan metode Parabolic Equation RAMGeo. Simulasi dilakukan dengan memanfaatkan data suhu dan salinitas terhadap kedalaman yang diperoleh dari Marine Copernicus periode Januari-Desember 2023. Perhitungan kecepatan rambat suara didasarkan pada persamaan empiris Medwin, dengan fokus analisis pada kedalaman sumber 10, 100, dan 300 meter pada frekuensi 200 Hz. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik pola propagasi gelombang akustik bawah air, khususnya dalam pembentukan daerah senyap (shadow zone), menggunakan metode Parabolic Equation RAMGeo. Simulasi dilakukan dengan memanfaatkan data suhu dan salinitas terhadap kedalaman yang diperoleh dari Marine Copernicus periode Januari-Desember 2023. Perhitungan kecepatan rambat suara didasarkan pada persamaan empiris Medwin, dengan fokus analisis pada kedalaman sumber 10, 100, dan 300 meter pada frekuensi 200 Hz. Hasil simulasi menunjukkan bahwa model propagasi dengan frekuensi 200 Hz pada kedalaman sumber 300 meter menghasilkan shadow zone yang lebih luas dan nilai transmission loss yang lebih tinggi dibandingkan kedalaman sumber 10 meter dan 100 meter. Shadow zone terbentuk pada jarak 600 sampai 1.000 meter di kedalaman 0-200 meter serta 600-1000 meter. Temuan ini memberikan implikasi penting dalam pemahaman pola perambatan gelombang akustik di Selat Lombok untuk upaya pengendalian dan pengawasan maritim.
Kata Kunci: Akustik bawah air, propagasi gelombang, shadow zone, transmission loss, keamanan maritim

References

Agustinus. 2016. Studi Karakteristik Massa Air untuk menentukan Shadow Zone di Selat Makassar. J. Chart Datum, 2(2): 69-78.

Agustinus, Agustinus, Pranowo, W. S., Nurhidayat, N., Asmoro, N. W., & Hendra, H. 2022. Karakteristik Suhu dan Salinitas di Selat Makassar Berdasarkan Data CTD Cruise Arlindo 2005 dan Timit 2015. Jurnal Chart Datum, 8(2), 107–116.

Alamsyah, H. K., Ariadno, M. K., Arsegianto, & Simanjuntak, S. W. 2022. Strategi Pengelolaan Lingkungan Laut terhadap aktivitas Hak Lintas Alur Kepulauan (Alki) di Perairan Selat Lombok. Jurnal Perikanan Dan Kelautan, 12(1), 45–54.

Allim, T. Y., Supartono, S., & Gultom, R. A. 2020. Desain Konseptual Sistem Pengawasan Kapal Selam Asing Berbasis Teknologi Akustik Tomografi untuk mendukung Sistem Pertahanan Negara. Jurnal Teknologi Penginderaan, 1(2).

| JIKKDW | April 2026 Volume 8 Nomor 1

Ariwibowo, A., Eko, N., & Wibowo, K. 2019. Kehadiran Kapal Patroli Pangkalan TNI AL Terhadap Pengendalian Laut di Selat Lombok. Jurnal Manajemen Transportasi dan Logistik, 06(03), 239–246.

Collins, M. D. 1993. A split-step Pade solution for the parabolic equation method. Journal of the Acoustical Society of America, 93(4), 1736–1742.

Darmawan, R., Pujiyati, S., & Harsono, G. 2023. Shadow zone mapping using parabolic equation method in the Bali Strait Waters. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 1251, 12057.

Defrianto, & Pratama, N. 2019. Determination of the shadow zone area in the ocean computationally by simulating the propagation of acoustic rays. Proceedings of SNFUR-4, 1(1), 1-5.

Hutabarat, S. & Evans, S.M. 1985. Pengantar Oseanografi. Universitas Indonesia Press, Jakarta.

Iskandarsyah, M. 2011. Pemetaan Shadow Zone Akustik Dengan Metode Parabolic Equation Di Wilayah Perairan Selat Lombok. [Skripsi].

Lurton, X. 2002. An Introduction to Underwater Acoustics: Principles and Applications. Praxis Publishing, Chichester.

Marsetio. 2014. Sea Power Indonesia. Universitas Pertahanan, Jakarta.

Medwin, H. 1975. Speed of sound in water: a simple equation for realistic parameter. Journal of the Acoustical Society of America, 58: 1318-19.

Pravitasari, D. D. 2010. Analisis Model Propagasi Kraken pada Pengiriman Sinyal Akustik Bawah Air. Skripsi. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya.

Schlitzer, R. 2022. Ocean Data View. Software.

Suharyo, O. S., Adrianto, D., & Hidayah, Z. 2018. Pengaruh Pergerakkan Massa Air dan Distribusi Parameter Temperatur, Salinitas dan Kecepatan Suara. Jurnal Kelautan, 11(2): 104-112.

Urick, R.J. 1983. Principles of Underwater Sound. 3rd edition. Peninsula Publishing, New York.

Waite, H.D. 2005. Sonar for Practising Engineers: Third Edition. John Willey & Sons Ltd, West Sussex.

Wijaya, T. H. 2010. Analisis Model Propagasi Bellhop pada Pengiriman Sinyal Akustik Bawah Air. Skripsi. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya.

Wiyadi, S.H. 2012. Variabilitas Kesuburan Perairan dan Hubungannya dengan kondisi oseanografi di Selat Lombok. Tesis. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Zuhri, A. A. M. R. 2022. Ray Path Gelombang Akustik Pada Musim Barat dan Musim Timur di Perairan Laut Natuna Utara. [Skripsi].

Downloads

Published

2025-04-30

Versions

How to Cite

ANALISIS PROPAGASI GELOMBANG AKUSTIK MENGGUNAKAN METODE PARABOLIC EQUATION RAMGEO DI CHOKE POINT SELAT LOMBOK ACOUSTIC WAVE PROPAGATION ANALYSIS UTILIZING THE PARABOLIC EQUATION RAMGEO METHOD AT THE LOMBOK STRAIT CHOKE POINT. (2025). JURNAL ILMIAH KAJIAN KEANGKATANLAUTAN, 8(1), 113-121. http://jurnalseskoal.id/index.php/jikk/article/view/99